Monday, February 8, 2010

Indonesia Terancam Didiskualifikasi


Jakarta - Jalan PSSI untuk tetap ikut bidding tuan rumah Piala Dunia 2022 tampaknya semakin sulit. Pasalnya FIFA kini menegaskan akan mendiskualifikasi peserta yang tak dapat dukungan dari pemerintah.

Lama sudah PSSI menunggu dukungan resmi dari pemerintah terkait bidding menjadi tuan rumah Piala Dunia. Namun keinginan tersebut sepertinya harus dikubur dalam-dalam karena jelang jatuhnya tenggat waktu yang diberikan oleh FIFA pada 9 Februari besok, dukungan yang ditunggu tak kunjung datang.

Bahkan dalam pertemuan pihak PSSI dengan Menkokesra Jumat lalu, lampu hijau pun tak kunjung kelihatan sehingga Nugraha Besoes mengaku sudah pasrah pada apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Tanpa surat garansi dari pemerintah, Indonesia dipastikan gagal mengikuti proses bidding Tuan Rumah Piala Dunia 2022. Surat garansi merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dilampirkan," tegas Deputi Sekjen PSSI, Dali Taher, kepada wartawan Senin (8/2/2010).

"PSSI masih bisa melobi FIFA agar batas waktu ini diperpanjang. Karena, yang terpenting adalah surat garansi tersebut sudah ada saat akhir proses bidding yakni Desember 2010. PSSI juga masih bisa meyakinkan pemerintah untuk memberikan surat tersebut," lanjut pria yang juga menjabat Komite Etika FIFA itu.

Pemerintah dikatakan Dali sudah melepaskan kesempatan emas untuk mengikuti bidding tersebut karena FIFA sendiri sudah memastikan kalau PD 2022 bakal dihelat di Benua Asia.

Dari lima negara yang mengajukan diri, yaitu Qatar, Korsel, Jepang, Indonesia dan Australia, hanya dua negara terakhir saja yang berpotensi besar memenanginya.

Untuk Korsel dan Jepang sudah pernah menjadi tuan rumah sehingga peluang untuk kembali menyelenggarakan even akbar tersebut sangat tipis. Adapun Qatar memiliki suhu udara yang begitu tinggi yaknis sekitar 40 derajat celcius pada bulan Juli.
( mrp / roz )
-Detiksport

Kandaskan Cagliari, Inter Nyaman di Capolista


Milan - Inter Milan semakin mantap duduk di puncak klasemen sementara. Kemenangan 3-0 atas Cagliari, plus kegagalan AC Milan meraih poin penuh, membuat Nerazzurri nyaman di capolista.

Laga yang dilangsungkan di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (7/2/2010) malam WIB berkesudahan dengan skor 3-0 untuk Inter. Gol Inter dikemas oleh Goran Pandev dan Walter Samuel di babak pertama, disusul Diego Milito di babak kedua.

Dengan hasil ini maka pasukan Jose Mourinho bertahta di puncak dengan poin 52, unggul sepuluh angka dari AC Milan, yang di waktu yang sama bermain imbang dengan Bologna.

Jalannya Pertandingan

Dalam pertandingan ini, pelatih Inter Milan Jose Mourinho menunjukkan keinginan untuk tancap gas sejak awal, dengan menampilkan trio penyerang mereka: Samuel Eto'o, Goran Pandev, dan Gabriel Milito.

Hasilnya tim Biru Hitam membuka skor ketika pertandingan berusia enam menit. Berawal dari bola yang dilepas Javier Zanetti kemudian disambut oleh Samuel Eto'o.

Bola dari Eto'o mengarah ke Goran Pandev. Selanjutnya pemain Makedonia itu melepas tembakan yang merobek gawang Cagliari.

Setelahnya tekanan Inter tak berhenti. 14 menit berselang Nerazzurri menggandakan angka lewat Walter Samuel yang menyambut sepak pojok Douglas Maicon.

Menit ke-35, Calgiari sempat mencetak gol. Namun angka yang dibukukan Alessandro Matri tidak disahkan oleh wasit karena ia dinilai off-side terlebih dahulu.

Dua menit berselang, Julio Cesar beraksi untuk menggagalkan upaya Cagliari yang hadir lewat tembakan Nene.

Tiga menit babak kedua dibuka, skor pertandingan berubah menjadi 3-0. Berawal dari kerjasama Eto'o dan Pandev, dan dituntaskan oleh Diego Milito.

Milito memiliki peluang di menit ke-67 untuk mencetak gol keduanya. Namun pergerakannya setelah menerima umpan dari Maicon, kalah cepat dari kiper Cagliari Michael Agazzi. Bola pun dikuasai oleh portiere tim tamu.

Sepuluh menit menjelang partai ditutup, Cagliari punya peluang melalui Matri. Namun tendangannya masih jauh dari sasaran.

Enam menit menjelang bubaran, pelatih Cagliari Massimiliano Allegri memasukkan pemain berdarah Indonesia, Radja Nainggolan guna menggantikan Jeda.

Skor 3-0 bertahan hingga laga berakhir.

Susunan Pemain

Inter: Julio César; Samuel, Cordoba, Santon, Maicon, Cambiasso, Motta (Marriga 76'), Zanetti, Eto'o (Muntari 59'), Milito (Balotelli 83'), Pandev

Cagliari: Agazzi; Astori, Canini, Conti, Agostini, Dessena, Jeda (Nainggolan 84'), Lazzari, Biondini (Barone 56'), Matri, Nene (Larrivey 60')

( nar / a2s )

Saturday, February 6, 2010

SERI A LIVE

Wednesday, February 3, 2010

Jadwal Laga Kembali Dipermasalahkan Mourinho


Inter - Jose Mourinho kembali memprotes jadwal tanding Inter Milan di Coppa Italia. Yang dipermasalahkan olehnya kali ini adalah durasi yang terlalu panjang antara leg pertama dan kedua.

Inter akan menghadapi Fiorentina di babak semifinal Coppa Italia pada Kamis (4/2/2010) dinihari WIB di Standion Giuseppe Meazza. Yang kemudian mengundang ketidakpuasan Mourinho adalah pertandingan kedua yang baru akan digelar pada April mendatang.

Selang dua bulan untuk memainkan satu babak kompetisi dianggap Mourinho terlalu jauh. Pertimbangannya, dia tak mengetahui bagaimana kondisi skuad timnya dalam tempo dua bulan ke depan.

"Tak akan mudah bertanding menghadapi Fiorentina, tapi yang terutama karena pertandingan kedua baru akan dilangsungkan pada April dan siapa yang tahu kondisi tim ini di saat itu, ungkap Mourinho seperti dikutip dari AFP.

"Itu seperti bermain 45 menit pertama sebuah pertandingan dan baru menjalani babak keduanya di selang dua bulan kemudian," lanjut pria Portugal itu.

Mourinho sebelumnya juga memprotes jadwal laga kontra Juventus di babak perempatfinal. Yang dia permasalahkan saat itu adalah keputusan FIGC yang memberi AC Milan izin mengundurkan jadwal laga dengan Udinese.

Padahal karena pengunduran tersebut, Inter harus menggunakan lapangan San Siro dalam kondisi yang kurang baik, karena dipakai Milan bermain 24 jam sebelumnya. Namun saat itu Nerazzurri tetap bisa memenangi laga dengan skor 2-1 atas Juventus, sementara Rossoneri tumbang 0-1.

"Saya bahkan tak tahu bagaimana hasil pertandingan malam nanti bisa masuk kategori bagus. Mungkin tak akan cukup untuk menang 3-0 karena drama mungkin akan muncul jika cuma menang 1-0 karena mereka bisa mengejar defisit tersebut dalam waktu dua bulan," pungkas mantan bos Chelsea itu.

( din / roz )
-Detiksport